Wednesday, 18 February 2026

Modul SOE

 

BUKU AJAR LENGKAP

ENTREPRENEUR BERBASIS SCHOOL-OWNED ENTERPRISE (SOE)

Untuk SMK / Pendidikan Vokasi

“Belajar Bisnis dari Bisnis Nyata”


IDENTITAS BUKU

Judul: Entrepreneur Berbasis School-Owned Enterprise
Sasaran: Siswa SMK Kelas XI/XII
Durasi: 1 Semester (16–18 Pertemuan)
Pendekatan: Project-Based Learning + Real Business Execution
Output: Unit Bisnis Nyata Berbasis SOE


DAFTAR ISI

  1. Bab 1 – Paradigma Baru Kewirausahaan SMK

  2. Bab 2 – Konsep School-Owned Enterprise (SOE)

  3. Bab 3 – Mindset & Karakter Entrepreneur

  4. Bab 4 – Identifikasi Peluang Bisnis Jurusan

  5. Bab 5 – Business Model Canvas

  6. Bab 6 – Validasi Pasar & Riset Konsumen

  7. Bab 7 – Perencanaan Operasional & SOP Produksi

  8. Bab 8 – Manajemen Keuangan Dasar

  9. Bab 9 – Penentuan Harga & Break Even Point

  10. Bab 10 – Branding & Positioning Produk

  11. Bab 11 – Digital Marketing & Marketplace

  12. Bab 12 – Manajemen SDM & Tim Bisnis

  13. Bab 13 – Legalitas & Struktur Hukum SOE

  14. Bab 14 – Integrasi Matching Fund

  15. Bab 15 – Monitoring Kinerja & SROI

  16. Bab 16 – Pitching, Demo Day & Scaling Up

  17. Lampiran (Template & Formulir)

A. Template Business Plan
B. Template Laporan Keuangan
C. Template SOP Produksi
D. Template Pitch Deck
E. Template Evaluasi Siswa
F. Template Monitoring SROI

BAB 1

PARADIGMA BARU KEWIRAUSAHAAN SMK

1.1 Tantangan Lulusan SMK

  • Tingginya kompetisi kerja

  • Ketergantungan pada industri formal

  • Kurangnya pengalaman bisnis nyata

1.2 Transformasi SMK

SMK harus menjadi:

  • Production Hub

  • Startup Hub

  • Talent Factory

  • Economic Engine Daerah

1.3 Konsep Job Creator

Job Creator adalah individu yang:

  • Mengidentifikasi peluang

  • Mengorganisir sumber daya

  • Mengambil risiko terukur

  • Menciptakan nilai ekonomi

Refleksi:

Mengapa SMK memiliki potensi besar menjadi pencipta kerja?


BAB 2

SCHOOL-OWNED ENTERPRISE (SOE)

2.1 Definisi SOE

SOE adalah unit usaha resmi milik sekolah yang dikelola profesional dan menjadi laboratorium bisnis nyata.

2.2 Tujuan SOE

  • Menciptakan pendapatan sekolah

  • Menjadi inkubator startup siswa

  • Meningkatkan employability alumni

2.3 Model SOE

  1. Koperasi Produktif

  2. PT Sekolah

  3. Hybrid Model

  4. Kolaborasi BUMDes

2.4 Struktur Organisasi SOE

  • Pembina

  • Direktur SOE

  • Divisi Produksi

  • Divisi Marketing

  • Divisi Keuangan

  • Divisi Digital


BAB 3

MINDSET & KARAKTER ENTREPRENEUR

3.1 Karakter Utama

  • Growth mindset

  • Problem solving

  • Resilience

  • Leadership

3.2 Perbedaan Pengusaha vs Pekerja

PekerjaEntrepreneur
Fokus tugasFokus peluang
Gaji tetapPendapatan variatif
Risiko rendahRisiko terukur

Latihan:

Tuliskan 3 risiko dan cara mengelolanya.


BAB 4

IDENTIFIKASI PELUANG BISNIS JURUSAN

4.1 Mapping Kompetensi

Contoh:

  • RPL → Software house

  • Tata Boga → Frozen food

  • Multimedia → Agency kreatif

  • Agribisnis → Smart farming

4.2 Analisis SWOT

  • Strength

  • Weakness

  • Opportunity

  • Threat

Tugas:

Buat analisis SWOT unit SOE jurusan Anda.


BAB 5

BUSINESS MODEL CANVAS

9 Elemen:

  1. Customer Segment

  2. Value Proposition

  3. Channels

  4. Customer Relationship

  5. Revenue Stream

  6. Key Resources

  7. Key Activities

  8. Key Partners

  9. Cost Structure

Praktikum:

Susun BMC unit SOE Anda.


BAB 6

VALIDASI PASAR

6.1 Metode Validasi

  • Survey

  • Pre-order

  • MVP

  • Uji coba terbatas

6.2 Analisis Kompetitor

Bandingkan:

  • Harga

  • Kualitas

  • Keunggulan


BAB 7

SOP PRODUKSI

7.1 Workflow Produksi

Order → Produksi → QC → Pengemasan → Distribusi

7.2 Quality Control

  • Checklist mutu

  • Standar kemasan

  • Standar pelayanan


BAB 8

MANAJEMEN KEUANGAN DASAR

8.1 Konsep Penting

  • Modal

  • HPP

  • Laba

  • Cashflow

8.2 Laporan Sederhana

  • Laba Rugi

  • Arus Kas

  • Rekap Penjualan

Latihan:
Hitung laba jika:
Modal 5 juta
Penjualan 8 juta
Biaya operasional 2 juta


BAB 9

PENENTUAN HARGA & BEP

9.1 Rumus HPP

HPP = Total Biaya Produksi / Jumlah Produk

9.2 Break Even Point

BEP = Biaya Tetap / (Harga - Biaya Variabel)


BAB 10

BRANDING & POSITIONING

10.1 Elemen Branding

  • Nama brand

  • Logo

  • Tagline

  • Storytelling

10.2 Positioning

Contoh:
“Frozen Food Premium Produksi SMK”


BAB 11

DIGITAL MARKETING

11.1 Platform

  • Instagram

  • TikTok

  • Marketplace

  • Website

11.2 Konten Marketing

  • Foto produk

  • Video behind the scene

  • Testimoni


BAB 12

MANAJEMEN SDM

12.1 Pembagian Peran

  • Produksi

  • Marketing

  • Finance

  • Admin

12.2 KPI Siswa

  • Disiplin

  • Kualitas kerja

  • Target penjualan


BAB 13

LEGALITAS SOE

  • NIB

  • NPWP

  • Sertifikasi halal

  • PIRT/BPOM

  • Kontrak industri


BAB 14

INTEGRASI MATCHING FUND

14.1 Skema Pendanaan

Industri + Pemda

14.2 Penggunaan Dana

  • Mesin

  • Legalitas

  • Branding

  • Digitalisasi


BAB 15

MONITORING & SROI

15.1 Indikator

  • Omzet

  • Tenaga kerja

  • Margin laba

15.2 Rumus SROI

SROI = Total Manfaat Sosial / Total Investasi


BAB 16

PITCHING & SCALING

16.1 Struktur Pitch Deck

  1. Problem

  2. Solution

  3. Market

  4. Business Model

  5. Traction

  6. Financial Projection

16.2 Demo Day

Presentasi di depan:

  • Kepala sekolah

  • Industri

  • Pemda


LAMPIRAN

A. Template Business Plan

B. Template Laporan Keuangan

C. Template SOP Produksi

D. Template Pitch Deck

E. Template Evaluasi Siswa

F. Template Monitoring SROI


METODE PEMBELAJARAN

  • 30% teori

  • 70% praktik bisnis nyata


TARGET AKHIR SEMESTER

  • Minimal 1 produk/jasa aktif

  • Omzet riil tercatat

  • Laporan keuangan lengkap

  • Presentasi Demo Day


PENUTUP

Modul ini dirancang agar SMK tidak hanya mengajarkan kewirausahaan secara teori, tetapi:

Membangun bisnis nyata
Menghasilkan omzet nyata
Menghitung dampak nyata

Sekolah menjadi:

Tempat belajar + tempat produksi + tempat membangun masa depan

School Owned Entreprise

 




 MODEL School-Owned Enterprise (SOE)

Strategi SMK Menjadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja


📌 1️⃣ Apa itu School-Owned Enterprise?

School-Owned Enterprise (SOE) adalah unit usaha resmi milik sekolah (SMK) yang dikelola secara profesional untuk:

  • Menghasilkan pendapatan (revenue generating unit)

  • Menjadi laboratorium bisnis nyata bagi siswa

  • Menciptakan lapangan kerja bagi alumni

  • Menjadi pusat inkubasi startup siswa

SOE bukan sekadar teaching factory, tetapi badan usaha produktif yang terhubung ke pasar nyata.


🎯 TUJUAN STRATEGIS SOE

  1. Mengubah SMK dari job seeker menjadi job creator

  2. Mengkomersialisasikan produk siswa

  3. Meningkatkan kemandirian finansial sekolah

  4. Menjadi inkubator entrepreneur muda

  5. Terintegrasi dengan program Matching Fund Daerah


🏗 2️⃣ STRUKTUR ORGANISASI SOE

Kepala Sekolah (Pembina) ↓ Direktur SOE (Manajer Profesional) ↓ Divisi Produksi | Divisi Marketing | Divisi Keuangan | Divisi Digital ↓ Siswa & Alumni sebagai Tim Operasional

Kunci sukses:

  • Ada manajer bisnis profesional

  • Laporan keuangan transparan

  • Target revenue jelas

  • Tidak dikelola seperti kegiatan ekstrakurikuler


🧩 3️⃣ MODEL BISNIS SOE (Business Model Canvas Ringkas)

🎯 Customer Segments

  • Industri lokal

  • UMKM

  • Konsumen umum

  • Marketplace nasional

💎 Value Proposition

  • Produk berkualitas dengan harga kompetitif

  • Jasa berbasis kompetensi siswa

  • Mitra produksi skala kecil–menengah

💰 Revenue Streams

  • Penjualan produk

  • Jasa layanan

  • Kerja sama industri

  • Royalti brand siswa


Model Tata Boga :

  • Produksi makanan kemasan

  • Catering industri

  • Frozen food brand sekolah

Target:

  • Masuk marketplace nasional

  • Sertifikasi halal & BPOM

Model Agritech :

  • Smart farming

  • Sayuran premium

  • Produk olahan hasil tani

  • Agrowisata edukatif

Model Digital Skills:

  • Pembuatan website UMKM

  • Sistem manajemen sekolah

  • Aplikasi kasir & POS

  • Maintenance IT

5️⃣ SKEMA KEUANGAN SOE

Contoh simulasi:

Modal awal (Matching Fund): Rp 500 juta

Alokasi:

  • Mesin & alat: 40%

  • Branding & legalitas: 15%

  • Digital marketing: 15%

  • Operasional awal: 20%

  • Cadangan: 10%

Target:

  • Break even point: 12–18 bulan

  • Omzet tahun pertama: Rp 1–2 M


🔄 6️⃣ INTEGRASI DENGAN MATCHING FUND

Matching Fund digunakan untuk:

  • Scaling unit produksi

  • Sertifikasi & legalitas

  • Ekspansi pasar

  • Digitalisasi sistem

Industri berperan sebagai:

  • Offtaker (pembeli tetap)

  • Mentor bisnis

  • Investor minoritas


📊 7️⃣ MODEL DISTRIBUSI KEUNTUNGAN

Contoh pembagian laba:

KomponenPersentase
Pengembangan usaha40%
Insentif siswa20%
Operasional sekolah20%
Dana bergulir20%

SOE harus memiliki mekanisme audit & transparansi.


🧠 8️⃣ KEUNGGULAN MODEL SOE

✅ Pembelajaran berbasis proyek nyata
✅ Siswa memahami manajemen bisnis
✅ Alumni bisa direkrut langsung
✅ Sekolah punya sumber pendapatan mandiri
✅ Meningkatkan citra sekolah


📈 9️⃣ DAMPAK JANGKA PANJANG

Jika 10 SMK memiliki SOE aktif:

  • 50–100 tenaga kerja siswa & alumni

  • 30+ produk lokal naik kelas

  • Terbentuk cluster industri pendidikan

  • SROI bisa > 3x dalam 3 tahun


⚠️ 1️⃣0️⃣ RISIKO & MITIGASI

RisikoSolusi
Manajemen lemahRekrut manajer profesional
Produk tidak lakuValidasi pasar sebelum produksi
Konflik regulasiPerkuat payung hukum
Tidak berkelanjutanTerapkan revenue model jelas

🔥 KESIMPULAN STRATEGIS

School-Owned Enterprise adalah:

Transformasi SMK dari lembaga pendidikan menjadi pusat produksi dan inkubasi bisnis.

Jika dikombinasikan dengan Matching Fund Daerah:

SMK → Production Hub
Matching Fund → Scaling Engine
Industri → Market Access

Hasil akhirnya:

Lapangan kerja baru lahir dari sekolah.


School-Owned Enterprise (SBE), atau sering disebut Badan Usaha Milik Sekolah (BUMS) dalam konteks Indonesia, adalah unit bisnis atau operasional kewirausahaan yang dikelola oleh sekolah. SBE berfungsi sebagai jembatan antara kurikulum akademik dengan praktik dunia kerja nyata.
Berikut adalah poin-poin utama mengenai entitas ini:
1. Definisi & Konsep
  • Laboratorium Kewirausahaan: SBE merupakan lingkungan belajar praktis di mana siswa (seringkali di bawah supervisi guru) merancang, meluncurkan, dan mengelola bisnis kecil di dalam lingkungan sekolah.
  • Operasional: Seperti bisnis pada umumnya, SBE melakukan riset pasar, menyusun rencana bisnis, mengelola inventaris, melakukan pemasaran, hingga menangani keuangan.
2. Tujuan Utama
  • Pengembangan Keterampilan: Memberikan pengalaman langsung dalam keterampilan interpersonal (komunikasi, kepemimpinan) dan teknis (akuntansi, pemasaran, manajemen risiko).
  • Kemandirian Finansial: Menghasilkan pendapatan tambahan untuk mendukung kegiatan sekolah, proyek khusus, atau pengembangan infrastruktur tanpa hanya bergantung pada SPP.
  • Kesiapan Kerja: Membekali siswa dengan "jam terbang" kerja nyata sebelum mereka memasuki dunia profesional atau melanjutkan pendidikan tinggi.
3. Model Bisnis Umum
Biasanya, SBE bergerak di sektor yang melayani kebutuhan komunitas sekolah, seperti:
  • Ritel: Toko perlengkapan sekolah atau merchandise bertema sekolah.
  • Jasa Makanan: Kantin, kedai kopi (misalnya Lancer Café), atau toko roti.
  • Digital & Kreatif: Agensi desain, percetakan, jasa laundry, hingga platform e-commerce untuk produk kerajinan lokal.
4. Implementasi di Indonesia
Di Indonesia, konsep ini sangat populer di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dan Pesantren (sering disebut BUMP/Badan Usaha Milik Pesantren) untuk mendorong kemandirian ekonomi. Program seperti School Enterprise Challenge juga membantu sekolah-sekolah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, dalam mendirikan bisnis yang berkelanjutan.

MODEL MARKETPLACE PRODUK SMK TERINTEGRASI

“SMK Mart – Digital Hub Produk & Jasa Siswa”

Model ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh School-Owned Enterprise (SOE) dan unit produksi SMK dalam satu platform digital bersama di tingkat kabupaten/kota/provinsi.

Tujuan utamanya:

  • Meningkatkan akses pasar produk siswa

  • Mengonsolidasikan brand SMK daerah

  • Mendukung Matching Fund & SROI

  • Menciptakan ekosistem ekonomi vokasi


🎯 1️⃣ VISI PLATFORM

Satu Platform – Banyak SMK – Satu Ekosistem Ekonomi Daerah

Marketplace bukan sekadar toko online, tetapi:

  • Hub distribusi produk

  • Platform jasa profesional siswa

  • Dashboard monitoring ekonomi SMK

  • Kanal kolaborasi industri


🏗 2️⃣ ARSITEKTUR EKOSISTEM

SMK (SOE Unit Produksi) ↓ Dashboard Sekolah ↓ Marketplace Daerah (SMK Mart) ↓ Konsumen / Industri / UMKM

Terintegrasi dengan:

  • Payment gateway

  • Logistik

  • Sistem pelaporan SROI

  • Dashboard Pemda


🧩 3️⃣ FITUR UTAMA PLATFORM

🛍 A. Marketplace Produk

Kategori:

  • 🍽 Kuliner & Olahan Pangan

  • 🌾 Produk Agribisnis

  • 💻 Jasa IT & Software

  • 🎨 Desain & Multimedia

  • 🔧 Teknik & Workshop

Fitur:

  • Multi-vendor (setiap SMK punya etalase)

  • Stok otomatis

  • Rating & review

  • Integrasi pengiriman


👨‍💻 B. Marketplace Jasa

Contoh:

  • Pembuatan website

  • Desain grafis

  • Servis komputer

  • Catering event

  • Produksi konten video

Model seperti:

Fiverr versi SMK daerah


📊 C. Dashboard Monitoring Pemda

Menampilkan:

  • Total omzet seluruh SMK

  • Jumlah transaksi

  • Jumlah siswa terlibat

  • Produk terlaris

  • SROI otomatis

Dashboard ini penting untuk evaluasi Matching Fund.


🏭 D. Integrasi SOE

Setiap SOE memiliki:

  • Admin sekolah

  • Panel pengelolaan produk

  • Laporan penjualan

  • Rekap keuangan otomatis


🖥 4️⃣ MODEL TEKNOLOGI (Low Cost & Scalable)

Karena Bapak juga berlatar web programming, ini model realistis:

🔹 Backend:

  • Google Apps Script + Spreadsheet
    atau

  • Laravel / NodeJS + MySQL

🔹 Frontend:

  • Progressive Web App (PWA)

  • Mobile responsive

  • Bisa diintegrasikan ke Google Sites

🔹 Payment:

  • QRIS

  • Midtrans / Xendit

  • Transfer bank


📦 5️⃣ MODEL OPERASIONAL

Alur Penjualan Produk

1️⃣ Konsumen pesan di marketplace
2️⃣ Notifikasi ke SOE sekolah
3️⃣ Produksi / ambil stok
4️⃣ Kirim melalui logistik
5️⃣ Sistem update laporan otomatis


💰 6️⃣ MODEL BISNIS MARKETPLACE

Sumber Revenue:

1️⃣ Komisi 5–10% per transaksi
2️⃣ Biaya layanan premium (branding, iklan)
3️⃣ Sponsorship industri
4️⃣ Dukungan APBD awal

Target:
Marketplace mandiri dalam 2–3 tahun.


📊 7️⃣ SIMULASI DAMPAK EKONOMI

Jika:

  • 20 SMK aktif

  • Rata-rata omzet per SMK Rp 15 juta/bulan

Total omzet:

20 × 15 juta = Rp 300 juta/bulan
= Rp 3,6 M/tahun

Komisi 5%:

Rp 180 juta/tahun untuk operasional platform


🔄 8️⃣ INTEGRASI MATCHING FUND

Marketplace menjadi:

  • Kanal distribusi hasil matching fund

  • Media validasi pasar

  • Sumber data SROI

  • Bukti nyata dampak program

Industri bisa menjadi:

  • Offtaker tetap

  • Sponsor kategori

  • Investor startup siswa


🎓 9️⃣ MODEL EDUKASI SISWA

Marketplace juga menjadi:

  • Media belajar digital marketing

  • Praktik manajemen stok

  • Simulasi bisnis real-time

  • Laboratorium e-commerce

Siswa belajar:

  • SEO

  • Copywriting

  • Customer service

  • Analytics


Teori Kewirausahaan
        ↓
Proyek SOE
        ↓
Marketplace SMK
        ↓
Penjualan Nyata
        ↓
Laporan & SROI

MODUL PEMBELAJARAN ENTREPRENEUR

🎓 Berbasis School-Owned Enterprise (SOE) SMK

“Belajar Bisnis dari Bisnis Nyata”

Modul ini dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan langsung ke dalam operasional School-Owned Enterprise (SOE) / Unit Usaha Sekolah.

Durasi: 1 Semester (16 Pertemuan)
Metode: Project-Based Learning (Real Business Project)
Output: Siswa membangun & mengelola unit bisnis nyata


🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti modul ini, siswa mampu:

  1. Memahami model bisnis SOE

  2. Mengidentifikasi peluang usaha berbasis kompetensi jurusan

  3. Mengelola produksi & pemasaran nyata

  4. Membaca laporan keuangan sederhana

  5. Menghitung laba & SROI

  6. Mempresentasikan bisnis kepada industri/pemda


🏗 STRUKTUR PEMBELAJARAN (16 PERTEMUAN)


📌 BLOK 1 – FUNDAMENTAL ENTREPRENEUR (Minggu 1–4)

🔹 Pertemuan 1: Mindset Entrepreneur SMK

  • Dari job seeker → job creator

  • Peran SOE dalam ekonomi daerah

  • Studi kasus startup siswa

🔹 Pertemuan 2: Identifikasi Peluang Bisnis Jurusan

  • Mapping kompetensi jurusan

  • Analisis kebutuhan pasar lokal

  • Diskusi potensi unit usaha

🔹 Pertemuan 3: Business Model Canvas (BMC)

Siswa menyusun BMC untuk unit SOE mereka.

🔹 Pertemuan 4: Validasi Pasar

  • Survey pelanggan

  • Uji minat

  • Analisis kompetitor

Output Blok 1:
Draft Model Bisnis Unit SOE


📌 BLOK 2 – OPERASIONAL SOE (Minggu 5–8)

🔹 Pertemuan 5: SOP Produksi

  • Standar mutu

  • Quality control

  • Workflow produksi

🔹 Pertemuan 6: Manajemen Keuangan Dasar

  • Modal kerja

  • HPP (Harga Pokok Produksi)

  • Break Even Point

🔹 Pertemuan 7: Branding & Packaging

  • Identitas brand sekolah

  • Positioning produk

🔹 Pertemuan 8: Digital Marketing & Marketplace

https://vritimes-public.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/production/7873ab2b28e94fcd47d219693cdc8c37195939786271ee5f6cc116d379652332/unnamed%20%285%29.jpg
  • Copywriting

  • Foto produk

  • Upload ke marketplace SMK

Output Blok 2:
Produk siap jual di marketplace sekolah


📌 BLOK 3 – EKSEKUSI BISNIS NYATA (Minggu 9–13)

🔹 Pertemuan 9–10: Produksi & Penjualan

  • Produksi batch pertama

  • Launching produk

🔹 Pertemuan 11: Manajemen Pelanggan

  • Customer service

  • Complaint handling

  • Repeat order strategy

🔹 Pertemuan 12: Monitoring Keuangan

  • Laporan penjualan mingguan

  • Margin laba

🔹 Pertemuan 13: Problem Solving Bisnis

  • Analisis kendala

  • Pivot strategi

Output Blok 3:
Omzet riil tercatat


📌 BLOK 4 – SCALE & PRESENTATION (Minggu 14–16)

🔹 Pertemuan 14: Menghitung Dampak & SROI

  • Berapa tenaga kerja terserap?

  • Berapa omzet?

  • Apa dampak sosialnya?

🔹 Pertemuan 15: Pitching ke Industri / Pemda

  • Slide pitch deck

  • Simulasi investor meeting

🔹 Pertemuan 16: Demo Day & Evaluasi

  • Presentasi ke kepala sekolah/industri

  • Evaluasi kinerja tim

Output Akhir:
✔ Laporan Bisnis
✔ Laporan Keuangan
✔ Presentasi Pitch
✔ Evaluasi SROI


📊 SISTEM PENILAIAN

AspekBobot
Perencanaan bisnis20%
Eksekusi produksi25%
Penjualan & marketing20%
Laporan keuangan20%
Presentasi akhir15%

Penilaian berbasis performa nyata, bukan teori semata.


💰 INTEGRASI DENGAN SOE

Siswa terlibat dalam:

  • Unit Produksi

  • Unit Marketing

  • Unit Keuangan

  • Tim Digital

Model 3 Level Keterlibatan:
1️⃣ Intern
2️⃣ Team Member
3️⃣ Project Leader


🔄 MODEL PEMBELAJARAN TERINTEGRASI

Teori Kewirausahaan ↓ Proyek SOE ↓ Marketplace SMK ↓ Penjualan Nyata ↓ Laporan & SROI

📈 TARGET OUTPUT SEMESTER

  • Minimal 1 produk/jasa aktif per kelas

  • Minimal 1 batch produksi

  • Minimal omzet Rp 5–10 juta per unit

  • Minimal 10 siswa terlibat langsung


🌍 DAMPAK JANGKA PANJANG

Jika diterapkan konsisten:

  • SMK menjadi Startup Factory

  • Alumni siap menjadi founder

  • Unit usaha sekolah berkembang

  • Mendukung program Matching Fund


🔥 KEUNGGULAN MODUL INI

✅ Berbasis praktik nyata
✅ Terintegrasi dengan unit usaha sekolah
✅ Mendukung ekosistem marketplace SMK
✅ Mendukung SROI program daerah
✅ Mengubah budaya sekolah


📌 PENUTUP

Modul Entrepreneur Berbasis SOE menjadikan sekolah:

Tempat belajar + tempat produksi + tempat membangun bisnis.

Bukan simulasi, tetapi real economy.

Modul SOE

  BUKU AJAR LENGKAP ENTREPRENEUR BERBASIS SCHOOL-OWNED ENTERPRISE (SOE) Untuk SMK / Pendidikan Vokasi “Belajar Bisnis dari Bisnis Nyata” ...