Monday, 12 May 2025

Pervekt - Prototipe

 






Design a modern, responsive landing page prototype for a vocational-based application named "Pervekt" (Program Entrepreneur Vokasi Kreatif Terpadu). The app features both a product marketplace and a job marketplace for vocational high school students (SMK) in Indonesia. The page should have: A full-width hero banner with a tagline, two main CTA buttons (View Products & Find Jobs). A clean “About” section explaining Pervekt's mission in empowering vocational students. Three feature boxes highlighting: Product Marketplace, Job Marketplace, and Talent Showcase. A featured products section with image cards, product name, and CTA to view more. A job listings preview section with logos, job titles, and action buttons. A testimonial section showing student success stories. A final CTA section urging students to register and companies to join. A professional footer with navigation, contact info, and social media links. Design style: Clean, modern, youth-oriented with educational and entrepreneurial themes. Use SMK branding colors (blue, orange, green tones). Mobile-first layout.



Design a modern, professional, and colorful infographic poster to explain the Pervekt program (Program Entrepreneur Vokasi Kreatif Terpadu). The infographic should include: A bold, clean title section with the logo of Pervekt and the tagline: "Kreatif, Mandiri, dan Siap Kerja!" Illustrations of SMK students working on creative projects (culinary, fashion, digital, etc.) and recruiters browsing job/talent platforms. Photos of real or illustrated student products (e.g., handmade bags, digital designs, culinary products). A flowchart or infographic timeline showing how the program works: Siswa SMK daftar Ikut pelatihan & upload produk Produk masuk marketplace Dilihat pengguna / pembeli / perekrut Siswa dapat penghasilan atau peluang kerja Charts showing impact: Pie chart: 60% siswa menghasilkan produk, 30% direkrut mitra industri, 10% wirausaha mandiri Bar chart: Jumlah transaksi vs. tahun (2023 - 2025) Metrics / KPI output: 1.200+ produk ditampilkan 850 siswa aktif menjual 50+ mitra industri tergabung Outcome statements: "Meningkatkan kemandirian lulusan SMK" "Mendorong wirausaha muda dari SMK" "Menjembatani dunia pendidikan & industri" Use color palette of blue (#007bff), green (#00b894), and orange (#ff9800) Typography: Modern, sans-serif, high contrast Layout: Vertical A3 or Instagram carousel-friendly 🎨 Rekomendasi Struktur Layout Header Logo Pervekt Tagline Visual siswa dan industri Apa itu Pervekt? (Ringkasan Program) Ilustrasi + teks pendek Cara Kerja (dengan ikon / flow) Step-by-step timeline atau diagram alir Produk dan Talenta Foto/ilustrasi produk siswa Showcase 2-3 talenta unggulan Capaian (Output) Infografis angka (dengan ikon) Dampak (Outcome) Kutipan testimoni Kalimat pernyataan dampak sosial CTA "Dukung Pervekt", "Beli Produk Siswa", "Jadi Mitra Industri"








https://pervekt1.my.canva.site/dagpyfvpcpa


Friday, 9 May 2025

Membuat Aplikasi Android

 




https://www.youtube.com/watch?v=eyoyYct1klc&list=PLmGJmlyvbgSjcsiq0ZvV1spTX0AXUNSmS





RUMUS - MP Store Madura Mart

 















Pervekt - Program Entrepreneur Vokasi Kreatif Terpadu

 





Membuat Prompt Produk

 Saya seorang owner umkm dengan produk ayam goreng. Buatkan prompt untuk poster dan katalog produk yang di dalamnya memuat nama usaha "dt mart" nomor Whatsapp "0811111111" dan link instagram "@ayamgorengdtmart" akan diposting di instagram


📌 Prompt Poster Instagram Promosi (Format 1:1)

Desain poster promosi Instagram dengan format kotak (1:1), dominan warna merah dan kuning. Tampilkan gambar ayam goreng krispi yang menggugah selera dengan efek kilau minyak dan asap hangat. Tambahkan teks utama “Ayam Goreng Renyah, Gurihnya Nampol!” dan subteks “Promo Minggu Ini: Beli 2 Gratis 1!”. Sertakan nama usaha “DT Mart”, nomor WhatsApp “0811111111”, dan username Instagram “@ayamgorengdtmart”. Gunakan gaya desain street food modern, dengan font tebal dan mencolok.


 

📌 Prompt Katalog Produk Instagram Carousel (5 Slide)

Desain katalog produk dalam format carousel Instagram (rasio 1:1), untuk usaha ayam goreng DT Mart. Slide 1: cover dengan teks “Kenapa Harus DT Mart?” dan gambar close-up ayam goreng renyah. Slide 2: menu Ayam Goreng Original, lengkap dengan deskripsi singkat dan harga. Slide 3: menu Ayam Geprek Pedas, deskripsi dan harga. Slide 4: Paket Hemat untuk keluarga, deskripsi isi paket dan harga. Slide 5: informasi kontak — nomor WhatsApp “0811111111” dan Instagram “@ayamgorengdtmart” serta tagline: “Pesan Sekarang, Rasakan Lezatnya!”. Gunakan warna cerah, layout bersih, dan elemen visual khas UMKM kuliner.


Saya seorang owner restoran. Buatkan prompt untuk menu restoran yang memuat gambar menu beserta daftar harganya dalam mata uang rupiah indonesia. Di dalam menu terdapat nama usaha "dt mart" nomor Whatsapp "082222222" dan link instagram "@restodtmart" . Menu memuat gambar dan daftar harga Ayam Goreng Original – Rp18.000 Ayam Geprek Level 1–5 – Rp20.000 Nasi Ayam + Es Teh – Rp25.000 Paket Keluarga (4 potong ayam + 4 nasi + 4 minuman) – Rp85.000

Prompt Desain Menu Restoran DT Mart (Format 1:1 atau A4)

Desain menu restoran modern dengan warna dominan merah dan kuning, menampilkan foto-foto makanan secara profesional (ayam goreng original, ayam geprek, nasi ayam, dan paket keluarga) di samping daftar harga. Judul menu di bagian atas: “MENU SPESIAL DT MART” dengan font tebal dan mencolok. Tambahkan nama usaha “DT Mart”, nomor WhatsApp “082222222”, dan akun Instagram “@restodtmart” di bagian bawah atau pojok kanan atas. Layout dua kolom: kiri berisi gambar makanan, kanan berisi nama menu dan harga. Desain cerah, bersih, khas UMKM kuliner Indonesia. Sertakan ikon WA dan Instagram. Format 1:1 (untuk Instagram) atau A4 (untuk cetak).

Daftar menu:

  • Ayam Goreng Original – Rp18.000

  • Ayam Geprek Level 1–5 – Rp20.000

  • Nasi Ayam + Es Teh – Rp25.000

  • Paket Keluarga (4 potong ayam + 4 nasi + 4 minuman) – Rp85.000

 


Monday, 5 May 2025

Prompt Warung

 







Saya mau mengakhiri opini saya tentang dugaan ijazah palsu si mantan pejabat publik. Saya sampai pada kesimpulan saya, yaitu: 1. Adanya dugaan "human error" dari si mantan 2. Mismanagement dari pihak yang mengeluarkan ijazah 3. Kesalahan persepsi dari dua belah pihak, pendukung dan oposisi 4. Si mantan yang piawai (tapi konotasi negatif) memanfaat peluang desas-desus iniuntukp memperpanjang pencitraan dirinya. 5.Kemurnian niat dari para penggugat. Human error bisa terjadi karena kesalahan penggunaan foto, teknologi afdruk foto sangat jadul, bisa karena malas atau keliru ambil negatif film, atau salah tempel foto, banyak kemungkinan. 2.tanda tangan ijazah di skripsiv banyak mismanagement yang terjadi di kampus penerbit ijazah tersebut. 3. Jeleknya gaya komunikasi si mantan menghasilkan kesalahan pemahaman atau persepsi 4. Kesengajaan si mantan, karena suka dengan model pencitraan. 5. Ada tendensi kurang baik atau niat asalnya baik tapi mulai bergeser ke negatif.


Kesimpulan
Melihat keseluruhan kisruh ini, saya menyimpulkan bahwa persoalan dugaan ijazah palsu si mantan pejabat publik berpijak pada lima hal:

  1. Kemungkinan "human error" dalam proses teknis seperti penggunaan foto—entah karena kelalaian atau keterbatasan teknologi masa lalu.

  2. Mismanagement dari pihak kampus yang menerbitkan ijazah, yang membuka celah kejanggalan administratif.

  3. Kesalahan persepsi akibat buruknya gaya komunikasi si mantan, yang memperkeruh pemahaman publik dari dua kubu—pendukung dan oposisi.

  4. Kesengajaan si mantan memelihara isu ini demi pencitraan; sebuah kepiawaian yang patut dikritisi.

  5. Kemurnian niat para penggugat yang sayangnya mulai ternoda oleh ekses emosional dan agenda tersembunyi.

Dalam pusaran desas-desus ini, kebenaran seringkali bukan lagi soal data, melainkan siapa yang paling lihai memainkan narasi.


Mau saya bantu kemas dengan gaya lebih tajam atau santai?

Anda bilang:
Buat gaya satir dan absurd. 800 kata.
ChatGPT bilang:

Berikut adalah opini Anda dalam gaya satir dan absurd, dengan nada menggigit namun tetap bernas, dikembangkan hingga sekitar 800 kata:


Ijazah Si Mantan dan Lima Kebetulan Semesta

Di sebuah republik yang hobi berdebat tentang hal-hal yang lebih mirip teka-teki silang daripada kebijakan publik, terseliplah kisah tragis sekaligus komedi: dugaan ijazah palsu seorang mantan pejabat publik. Tapi tenang saja, ini bukan cerita detektif. Ini lebih dekat ke sinetron dengan twist politik, dibumbui konspirasi, air mata buaya, dan ketikan netizen dari ponsel yang layarnya retak.

Mari kita rangkai kembali puzzle absurd ini dengan kepala dingin dan sedikit minyak kayu putih.

1. Human Error: Ketika Foto Salah Tempel adalah Sebuah Takdir

Kita mulai dari hal yang sangat manusiawi: kesalahan. Ya, karena manusia adalah makhluk lemah, apalagi kalau sedang terburu-buru, atau mengerjakan tugas administratif sambil ngopi dan nonton sinetron jam lima sore. Bisa jadi, petugas kampus yang mengurus ijazah si mantan sedang pilek berat atau baru putus cinta. Maka, ditempelilah foto yang salah—mungkin bukan si mantan, tapi sepupunya, atau tetangga kos yang numpang ngeprint.

Teknologi afdruk foto zaman dulu pun tak bisa disalahkan. Kamera masih butut, warnanya sering lari ke jingga, dan hasilnya lebih mirip sketsa arang ketimbang foto identitas. Kalau pun salah cetak, ya wajar. Namanya juga era analog—di mana cinta dan kertas ijazah sama-sama rentan terbakar oleh waktu.

2. Mismanagement Kampus: Chaos yang Terorganisir

Lalu kita lihat ke dalam kampus tempat ijazah itu lahir, atau lebih tepatnya—terseret. Di sana, ada birokrasi yang lebih rumit dari labirin Minotaur. Mungkin ada ruang arsip yang dipenuhi berkas sampai ke langit-langit, karyawan honorer yang bekerja pakai feeling, dan stempel yang berpindah tangan lebih cepat dari kabar gosip.

Saking kacaunya manajemen, bukan tidak mungkin ijazah bisa dicetak ulang sepuluh kali dalam seminggu, dengan font dan tanda tangan yang berbeda-beda. Hari Senin pakai rektor A, hari Kamis rektor B. Sebuah kreativitas administratif yang nyaris seni kontemporer.

3. Salah Persepsi: Ketika Semua Pihak Salah Dengar Tapi Tetap Yakin

Pendukung si mantan bilang: “Itu asli, kok!”
Oposisi menjawab: “Bukan, itu hasil fotokopi mimpi!”

Masalahnya, semua orang membaca kasus ini pakai emosi, bukan data. Si mantan memang bukan orator ulung—jika dia berpidato, bisa jadi publik pahamnya justru sebaliknya. Dia bilang “ijazah saya resmi,” yang terdengar seperti “ijazah saya rese.”

Di negeri ini, persepsi lebih penting dari realitas. Kalau cukup banyak orang bilang pohon itu bicara, besok-besok pohon bisa dapat slot podcast. Jadi, tidak heran jika si mantan dan ijazahnya akhirnya terjebak di antara tafsir, mimpi buruk kolektif, dan meme berantai.

4. Pencitraan: Seni Bertahan di Tengah Badai Tipuan

Si mantan ini bukan orang biasa. Dia punya bakat alami: mengolah keheningan menjadi bahan bakar opini. Alih-alih menutup isu ijazah, dia malah memeliharanya, seperti memelihara kucing galak. Mungkin ia sadar, dalam dunia digital, yang kontroversial lebih viral daripada yang jujur.

Dia tahu kapan harus diam, kapan muncul dengan senyum miring, dan kapan memposting foto nostalgia dengan caption “perjalanan tak pernah mudah.” Ia bukan hanya menikmati badai—dia menari di dalamnya, memetik hujan jadi nada dan petir jadi pencahayaan dramatis.

Apakah ini strategi pencitraan tingkat tinggi? Bisa jadi. Atau mungkin dia cuma hobi. Seperti kolektor perangko, hanya saja dia mengoleksi skandal.

5. Para Penggugat: Malaikat yang Tersandung Popularitas

Dari sisi lain panggung, muncullah para penuntut kebenaran. Mereka awalnya datang dengan niat murni: ingin meluruskan sejarah, menjaga integritas bangsa, dan mungkin menyelamatkan anak cucu dari ketidaktahuan administratif.

Namun seiring waktu, energi mereka tampak berbelok. Mulai muncul live IG, diskusi publik, kaus edisi “Ijazah Gate”, dan entah mengapa, kolaborasi dengan YouTuber konspirasi. Niat baik mereka, seperti spidol di papan tulis lembab, mulai luntur dan membentuk pola baru yang tak sengaja membentuk wajah ketenaran.

Apakah mereka masih mencari kebenaran? Mungkin. Tapi juga mungkin mereka sedang mencari like, follower, atau setidaknya undangan ke acara talk show malam minggu.


Epilog: Republik yang Terlalu Serius pada Hal yang Salah

Akhirnya, kita harus bertanya: apakah ini tentang ijazah, atau tentang siapa yang paling lihai memainkan absurditas zaman? Dugaan palsu, kesalahan teknis, pencitraan, dan kepahlawanan digital telah bercampur menjadi satu pertunjukan kolosal.

Negeri ini suka drama. Kita rela menghabiskan energi untuk mencari typo di dokumen lama, tapi enggan membaca dokumen kebijakan publik hari ini. Kita marah karena foto salah tempel, tapi cuek saat harga kebutuhan pokok melonjak.

Ijazah si mantan? Entah asli, palsu, atau metaforis, yang jelas dia telah lulus—dari universitas bernama Opini Publik, dengan predikat Cum Laude dalam Membelokkan Narasi.


Ingin versi ini dibacakan ala monolog panggung absurd atau format lainnya?

Anda bilang:
Buat karikaturnya, gaya GM Sudarta, berwarna, format landscape, beri inisial "SyZ"
ChatGPT bilang:

Silakan unggah foto referensi atau sketsa awal jika Anda ingin karikatur ini menyerupai seseorang atau memiliki elemen tertentu. Jika tidak, saya akan membuat karikatur gaya GM Sudarta berdasarkan naskah satir Anda, dengan komposisi:

  • Si mantan di tengah, memegang ijazah raksasa seperti wayang, dengan senyum penuh teka-teki.

  • Petugas kampus dengan ekspresi bingung, menempelkan foto ke ijazah pakai lem dan kuas.

  • Para penggugat membawa spanduk dan kamera, sebagian memegang mikrofon YouTuber.

  • Pendukung dan oposisi saling adu mulut di latar belakang.

  • Langit penuh meme dan tanda tanya, dengan awan berbentuk stempel.

  • Tanda tangan “SyZ” di pojok kanan bawah.

Konfirmasi dulu: apakah Anda setuju dengan komposisi ini, atau ingin saya ubah/menambahkan elemen lain sebelum saya mulai membuatkan gambarnya?

Dengan opini ini, saya, penulis, menyatakan tidak ingin lagi mengomentari dugaan ijazah palsu si mantan. Fokus kepada kritik pada persoalan lain yang lebih terkini
ChatGPT bilang:

Pernyataan Anda bisa ditutup dengan elegan dan tegas seperti ini:


Catatan Penutup

Dengan ini, saya menyatakan tidak akan lagi mengomentari polemik dugaan ijazah palsu si mantan. Energi publik dan intelektual kita terlalu berharga untuk dihabiskan pada pusaran drama administratif yang tak kunjung usai. Sudah waktunya kita mengalihkan fokus pada persoalan yang lebih mendesak dan relevan—kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, serta masa depan demokrasi yang lebih substantif daripada sekadar potret di selembar ijazah.

https://chatgpt.com/c/68189ba5-5f30-800e-b332-1235c43ca9a3



Buat karikatur, gaya GM Sudarta, berwarna, format landscape, dengan komposisi 

Si Kepala Sekolah, memegang ijazah raksasa seperti wayang, dengan senyum penuh teka-teki.

Petugas Trainer dengan ekspresi bingung, menempelkan foto ke ijazah pakai lem dan kuas.

Para siswa membawa spanduk dan kamera, sebagian memegang mikrofon YouTuber.

Pengusaha dan pembeli saling adu mulut di latar belakang.

Langit penuh meme dan tanda tanya, dengan awan berbentuk stempel.

beri inisial "DT Mart"




Bisnis Komoditas Buah -Sun Pride

  https://www.sunpride.co.id/ https://www.youtube.com/watch?v=o5efJ-Lljhc https://www.gunungsewu.com/businesses/food https://drive.google.co...